Kata sansekerta untuk kemerdekaan – bebas dari semua keinginan duniawi yang tidak lagi mengendalikan pikiran, emosi, dan kepribadian kita.

Hanya seniman yang sudah mencapai MAHARDIKA akan dapat menjadi seorang pencipta yang sejati. Tanpa MAHARDIKA mereka terperangkap oleh kekuasaan pasar dan menjadi alat dari berbagai macam ambisi untuk mengejar: kekayaan, ketenaran, pengakuan, penghargaan dan terjerumus kedalam belenggu ketakutan.

Seri pameran baru ini, yang berjudul MAHARDIKA, dimaksudkan untuk membangun penciptaan seni di tingkat tertinggi. Dengan maksud untuk menantang dan menyadarkan para seniman untuk menjadi pencipta tanpa rasa takut dan beban ambisi, keserakahan, dan keinginan duniawi lainnya yang pada dasarnya diciptakan sendiri.

Pameran MAHARDIKA yang pertama ini lebih merupakan sebuah deklarasi, komitmen untuk menjadi pencipta. Pameran ini memamerkan karya-karya dari lintas generasi dan semua tingkatan pencapaian MAHARDIKA yang merupakan cermin dari perjalanan diri menuju pencerahan estetika visual dan rasa.

Yang patut dicatat adalah karya seorang anak berusia sebelas tahun yang belum terkontaminasi oleh pengaruh dan pengkondisian sosial. Intinya, MAHARDIKA adalah sebuah tantangan bagi mereka yang menyebut diri mereka seniman untuk memberi ruang dan membebaskan perilaku kekanakan dalam perjalanannya mencapai TAKSU: menjadi cermin alam semesta untuk merefleksikan dirinya sendiri dan memberikan ekspresi dari tangan PENCIPTA AGUNG. Tanpa kesadaran ini keinginan duniawi akan menindas dan membungkam perilaku kekanakan.